Semakin banyak orang yang ingin berwirausaha, semakin keras persaingan dan akan semakin sulit ruang gerak Anda bermanuver. Anda dituntut lebih kreatif, lebih cepat merespons kebutuhan pasar. Namun satu hal yang sangat penting, milikilah struktur biaya yang efisien.
Setiap usahawan dapat menjual suatu produk atau jasa dengan harga yang sama dengan pesaingnya karena mereka hanya mengikuti harga yang ditentukan pasar (market price).
Yang membedakan sesama pedagang/pengusaha hanya satu, yaitu struktur biaya. Masing-masih orang membeli bahan baku dari sumber yang berbeda-beda dengan cara yang tidak sama.
Namun sekalipun sumbernya sama-manajemen, kepemimpinan, lokasi, budaya, tertib administrasi, karyawan, dan penata usaha berbeda-beda.
Semua itu sangat menetukan struktur biaya masing-masing, sehingga yang satu bisa bertahan (survive) dan sukses (untung), sedang yang lain tidak bisa bertahan sekalipun penjualannya lebih bagus (karena biaya-biayanya juga besar)
Selain harus kreatif dan berani, seorang wirausaha juga harus bertindak dan berpikir cepat. Lalu dari mana kemampuan ini mereka dapatkan?
Mudah saja, mereka menikmati kekuatan dari kesederhanaan (the power of simplicity). Mereka bisa berpikir, bekerja cepat, menjadi ahli, menguasai keadaan, karena berpikirnya tidak ruwet. Mereka mengerjakan yang mereka kenali, bahkan seringkali hanya pada hal-hal yang mereka akrabi dari kecil.
Hal yang dipikirkan disederhanakan dan tidak macam-macam. Segala hal yang sulit, mereka cari dan buat menjadi sederhana. Segala yang sederhana itu menjadi mudah diingat, mudah diterapkan, dan mudah didapatkan.
Ingatlah para genius dalam ilmu pengetahuan sesungguhnya bukanlah kalangan ruwet yang suka menyusahkan anak didiknya. Lihat saja Albert Einstein, ia begitu terkenal dengan rumus sederhananya: E = MC2. Sederhana, bukan?
Demikian juga dengan Adam Smith yang menyederhanakan proses bekerjanya pasar dengan kalimat pendek: the invisible hands (tangan-tangan tak kelihatan). Atau Bapak psikoanalistis Sigmund Freud yang membagi diri manusia dalam rumus: id, ego, super ego.
Mereka jauh dikenal sebagai ilmuan sejati, ketimbang teman-teman kita yang membuat rumus-rumus panjang dan sulit menjelaskan isi kepalanya karena "terlalu pintar" dan akhirnya menjadi ruwet.
Supaya menjadi mudah dan sederhana,perhatikan tip berikut ini:
• Jadi pemimpin yang berbicara dengan contoh-contoh yang kongkret.
• Gunakanlah bahasa yang sederhana, kalimat-kalimat pendek yang mudah dimengerti.
• Pastikan pikiran Anda selalu berpikiran Positif
• Mengikuti seminar atau Workshop
• Beranilah merekrut orang-orang bagus, tahan banting dan jujur. Karena mereka akan bekerja dengan baik untuk Anda.
• Selalu bertindak dengan target yang lebih tinggi dan jangan cepat puas
• Bangunlah sistem kerja yang tertata rapi sehingga semua orang bisa saling menggantikan.
• Cegah pemborosan dan kebocoran-kebocoran dengan sistem dan tata nilai.
• Belajarlah dari masa lalu, produksi yang kemarin. Niscaya Anda akan mendapatkan keahlian baru dan pengurangan kesalahan.
• Buatlah dari bahan-bahan yang mudah ditemui dui murah harganya.
• Carilah bahan-bahan pengganti atau alternatif yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah. Setiap saat dunia ini selalu dipenuhi inovasi-inovasi baru.
• Berikan nama yang mudah diingat orang.
• Berikan harga yang sangat terjangkau
• Berikan cara yang sangat mudah untuk memperoleh dan mengolahnya.
• Tulis semua yang dikerjakan dan kerjakan semua yang tertulis.
• Namun sekalipun semuanya mudah, ciptakan keunikan melalu branding yang kuat, segar, mudah diingat, modern, dan terkesan positif - merindukan.
"Berwirausaha bukan bergaya hidup. Kalau bergaya hidup Anda menghabiskan uang. Dalam berwirausaha Anda mengurangi pengeluaran dan mendatangkan pnghasilan."
- Rhenald Kasali
Komentar
Posting Komentar